Jumat, 06-03-2026
  • MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil
  • MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil

MTsN 7 Gunungkidul Laksanakan Follow Up IHT Perkuat Implementasi KMA 1503

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Pengabdian

Nglipar (MTsN 7 Gunungkidul) – Dalam rangka menindaklanjuti In House Training (IHT) bertema Implementasi KMA 1503 Berbasis Cinta dan Kokurikuler, seluruh tenaga pendidik MTsN 7 Gunungkidul mengikuti kegiatan follow up IHT pada Selasa (10/02/2026). Kegiatan ini didampingi langsung oleh Pengawas Madrasah sebagai bentuk penguatan implementasi hasil pelatihan.

Kegiatan follow up ini dilaksanakan untuk memastikan materi yang telah disampaikan selama IHT benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah. Dengan pendampingan langsung, para guru diarahkan untuk mengintegrasikan konsep yang diperoleh ke dalam perangkat dan praktik pembelajaran di kelas.

Pengawas Madrasah Kemenag Gunungkidul, Jauhari Iswahyudi menyampaikan bahwa kegiatan follow up IHT merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan.

“Dengan adanya tindak lanjut dari kegiatan IHT, kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru akan semakin kuat. Jadi, pelatihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar berdampak pada praktik pembelajaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MTsN 7 Gunungkidul, Dedy Musdjab, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh pengawas. Ia menegaskan bahwa IHT bukan sekadar pelatihan sesaat, melainkan harus disertai tindak lanjut yang konkret.

“IHT bukan pelatihan sekali jalan. Harus ada pendampingan lanjutan, termasuk dalam penyusunan modul ajar, asesmen Kurikulum Merdeka, dan perangkat pembelajaran lainnya,” ungkapnya.

Salah satu guru MTsN 7 Gunungkidul, Haryanti, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan follow up tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu membawa perubahan positif dalam pola mengajar guru. “Semoga dengan adanya tindak lanjut IHT ini, terjadi perubahan dalam praktik pembelajaran dan peningkatan mutu madrasah secara signifikan,” tuturnya.

Melalui kegiatan follow up ini, MTsN 7 Gunungkidul berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta memastikan implementasi KMA 1503 berjalan secara optimal dan berkelanjutan. (les)