Senin, 12-01-2026
  • MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil
  • MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil MTsN 7 Gunungkidul SMART - Santun - Mandiri berprestasi - Aktif - Rahmatan lil'alamin - Terampil

Diseminasi Hasil Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Kepala dan Waka Kurikulum MTsN 7 Gunungkidul

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Pembelajaran

Nglipar (MTsN 7 Gunungkidul) — Menindaklanjuti kegiatan Workshop bertema Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi Kepala dan Waka Kurikulum MTs se-Kabupaten Gunungkidul, MTsN 7 Gunungkidul mengadakan kegiatan diseminasi pada Senin, (20/10/2025) dengan peserta seluruh tenaga pendidik madrasah.

Kegiatan ini bertujuan untuk bertukar ide dan memperdalam pemahaman terkait KBC agar para guru dapat lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.

Kepala MTsN 7 Gunungkidul, Dedy Mustadjab bertindak sebagai narasumber dan menyampaikan materi seputar konsep growth mindset kepada para guru.
“Sebagai seorang pendidik, hal yang perlu kita pahami bersama tentang growth mindset adalah selalu melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang, bukan sebagai hambatan permanen,” tandasnya.

Sementara itu, Haryanti,  Waka Kurikulum MTsN 7 Gunungkidul, turut memaparkan materi tentang delapan dimensi profil lulusan dan panca cinta, serta penyusunan RPP yang mengimplementasikan prinsip-prinsip KBC. “Membentuk karakter siswa yang utuh melalui lima pilar cinta itu penting. Maka, sebagai guru kita harus melaksanakannya dalam kegiatan pembelajaran,” jelasnya. (les)